PEGAWAI PLN JADI DIRUT PDAM
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu ini, dulunya ialah Manajer PLN Rayon Indramayu Area Cirebon. Tempat lahir beliau di
Garut Jawa Barat, pada tahun 1963. Pria ganteng asli Garut yang bernama lengkap Tatang Sutardi ini, meniti karirnya di sekitar Indramayu Cirebon. Bermula dari rekrutmen pegawai baru PLN, lulusan STM ini ditempatkan di PLN Cabang Cirebon. Penugasan pertama di PLN pada tahun 1983 di PLN Kantor Jaga (KJ) Kertasmaya Ranting Indramayu Cabang Cirebon. Pada tahun 1985 ditugaskan di KJ Juntinyuat masih Ranting Indramayu. Kemudian pada tahun 1986 ditugaskan di KJ Sliyeg juga masih Indramayu. Dan pada tahun 1990 menjadi staff di Ranting Indramayu, pada tahun 1998 menjadi Kepala Kantor Jaga (ka KJ) Kandanghaur juga Ranting Indramayu. Selanjutnya pada tahun 2001 menjadi Supervisor di Ranting Indramayu. Tatang Sutardi, 2013 Dengan semangat belajar yang begitu tinggi,
beliau melanjutkan sekolah sampai meraih gelar S1 dan S2 di kota Indramayu juga. Demikian melelahkan bertugas di Kantor Jaga, tetap dijalani dengan ikhlas oleh pria ini, sehingga pada tahun 2008 dipercaya menjadi Manajer PLN Unit Pelayanan dan Jaringan Jatibarang Area Cirebon, dan pada tahun 2012 menjadi Manajer PLN Rayon Indramayu Area Cirebon. Dan setelah bertugas selama 30 tahun di PLN, maka pada tahun 2013 pensiun dari PLN, karena beliau menjadi Dirut PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu. Sangat jarang sekali terjadi, seorang pegawai di PLN, tidak pernah ditugaskan keluar dari sebuah Cabang atau Area. Apalagi jika selevel supervisor atas, seperti Manajer Rayon. Rencana awalnya pertamakali menjadi Manajer Rayon ialah diluar Cirebon, yaitu ke Rayon Cililin Area Cimahi Jawa Barat, tetapi entah bagaimana malah Surat Keputusannya (SK) jatuhnya ke Rayon Jatibarang Area Cirebon. Kenapa ini bisa terjadi, ternyata karena bakat, yaitu bakat yang dititiskan dari karuhun Garut. Tempat tugas Pak Tatang Sutardi Nama panggilan akrabnya Pak Tatang, karakteristiknya banyak disukai oleh orang, apalagi masyarakat Indramayu, jarang sekali orang tidak mengenalnya. Usut punya usut, nampaknya Pak Tatang ini orangnya suka memberi uang. Kalau diibaratkan seperti sebuah kamar yang banyak jendelanya, karena banyak angin yang keluar dari kamar itu, maka akan lebih banyak lagi angin yang masuk ke kamar itu. Bayangkan kalau sebuah kamar yang tidak pernah buang angin, mungkin menjadi pengap. Seperti halnya Pak Tatang ini, hampir setiap ketemu sama orang, apalagi orang itu secara fisik kelihatan tidak Acara Pelepasan Pak Tatang Sutardi, Indramayu 26 April 2013 mampu, maka tidak segan-segan langsung dikeluarkannya sejumlah uang dan diberikannya, tentunya sambil berseloroh dengan gaya khasnya. Mengenai jumlahnya tidak menjadi ukuran baginya, karena selama ini tidak pernah ada yang komplen dari orang yang diberi uang. Suatu ketika Pak Tatang bercerita, bahwa sebenarnya semua orang PLN itu mempunyai kesempatan yang sama untuk berpolitik. Karena orang PLN itu senantiasa berhubungan dengan pelanggan dengan berbagai macam tingkatan. Sehingga dengan hubungan semacam ini, menjadikannya banyak teman, dan dimanfaatkan untuk mengantarkan ke jenjang politik. Keterlibatan didunia politik, bermula dari aktif di organisasi, kemudian suatu saat ketika reformasi, Pak Tatang mulai dilirik oleh partai Golkar, yang kebetulan ketua DPD nya ialah Bupati Indramayu, Pak Yance. Dengan bermodalkan kedekatan dengan bupati dan masyarakat Indramayu inilah, dengan kecerdasannya memanfaatkan sebaik-baiknya. Dan bahkan sikap Pak Tatang tidak pernah khawatir, karena dirinya merasa tidak akan pernah terjadi, dia di pecat dari PLN oleh Bupati. Demikian pula istrinya di dorong untuk ikut dalam kancah politik, sehingga terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Indramayu periode 2009 sampai dengan 2014, bahkan sekarang dicalonkan kembali dari partai Golkar. Sebenarnya ketika istrinya menjadi anggota DPRD, dirinya berminat menggantikan istrinya, namun saat itu beliau masih senang di PLN. Tetapi ketika beliau dipindah tugaskan menjadi Manajer Rayon Indramayu pada tahun 2012, dalam benaknya sudah mulai khawatir, akan ada kemungkinan ditugaskan keluar dari Indramayu. Karena kalau sampai terjadi, dirinya dipindahkan keluar Indramayu, siapa yang akan membimbing istrinya ketika di calonkan kembali. Perhitungan-perhitungan politiknya sudah mulai jalan. Apakah akan terus di PLN sampai pensiun atau segera ambil keputusan mencari alternative lain. Dengan pertimbangan-pertimbangan politik yang cukup matang, akhirnya Pak tatang memutuskan untuk melamar menjadi Dirut PDAM. Tentunya Pak Tatang mengikuti segala jenis prosesi rekrutmen Dirut, yang begitu banyak persaingan di dalamnya, tetapi lebih kental politisnya. Mungkin SDM PLN yang satu ini betul-betul berkompeten, sehingga beliau lulus seleksi menjadi Dirut PDAM dengan nilai yang terbaik diantara calon-calon lainnya. Dalam benaknya merasakan kebanggaan, karena walaupun dirinya bukan pribumi asli Indramayu, tetapi bisa terpilih dan dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi Dirut PDAM. Dan hikmah dibalik itu semua, beliau merasa jabatannya menjadi lebih baik, penghasilannya lebih baik, pengalamannya menjadi bertambah, teman juga lebih banyak, tetapi kepusingannyapun menjadi bertambah. Kalau dulu waktu menjabat menjadi Manajer PLN Rayon Indramayu, setiap ada tekanan-tekanan dari pihak-pihak internal maupun eksternal, dapat saja berkilah bahwa, kami bukan menjadi penentu. Tetapi konsisi pada saat ini, menjadi Dirut PDAM semuanya menjadi keputusan yang harus segera ditetapkan oleh sang Dirut. Ternyata Manajer PLN Rayon, bisa menjadi Dirut di PDAM, siapa lagi yang ingin menyusul, maka sebaiknya belajarlah sama Pak Tatang, trik-trik yang lebih detailnya. Senior Spesialist II MM /PLN Area Cirebon.
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu ini, dulunya ialah Manajer PLN Rayon Indramayu Area Cirebon. Tempat lahir beliau di
Garut Jawa Barat, pada tahun 1963. Pria ganteng asli Garut yang bernama lengkap Tatang Sutardi ini, meniti karirnya di sekitar Indramayu Cirebon. Bermula dari rekrutmen pegawai baru PLN, lulusan STM ini ditempatkan di PLN Cabang Cirebon. Penugasan pertama di PLN pada tahun 1983 di PLN Kantor Jaga (KJ) Kertasmaya Ranting Indramayu Cabang Cirebon. Pada tahun 1985 ditugaskan di KJ Juntinyuat masih Ranting Indramayu. Kemudian pada tahun 1986 ditugaskan di KJ Sliyeg juga masih Indramayu. Dan pada tahun 1990 menjadi staff di Ranting Indramayu, pada tahun 1998 menjadi Kepala Kantor Jaga (ka KJ) Kandanghaur juga Ranting Indramayu. Selanjutnya pada tahun 2001 menjadi Supervisor di Ranting Indramayu. Tatang Sutardi, 2013 Dengan semangat belajar yang begitu tinggi,
beliau melanjutkan sekolah sampai meraih gelar S1 dan S2 di kota Indramayu juga. Demikian melelahkan bertugas di Kantor Jaga, tetap dijalani dengan ikhlas oleh pria ini, sehingga pada tahun 2008 dipercaya menjadi Manajer PLN Unit Pelayanan dan Jaringan Jatibarang Area Cirebon, dan pada tahun 2012 menjadi Manajer PLN Rayon Indramayu Area Cirebon. Dan setelah bertugas selama 30 tahun di PLN, maka pada tahun 2013 pensiun dari PLN, karena beliau menjadi Dirut PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu. Sangat jarang sekali terjadi, seorang pegawai di PLN, tidak pernah ditugaskan keluar dari sebuah Cabang atau Area. Apalagi jika selevel supervisor atas, seperti Manajer Rayon. Rencana awalnya pertamakali menjadi Manajer Rayon ialah diluar Cirebon, yaitu ke Rayon Cililin Area Cimahi Jawa Barat, tetapi entah bagaimana malah Surat Keputusannya (SK) jatuhnya ke Rayon Jatibarang Area Cirebon. Kenapa ini bisa terjadi, ternyata karena bakat, yaitu bakat yang dititiskan dari karuhun Garut. Tempat tugas Pak Tatang Sutardi Nama panggilan akrabnya Pak Tatang, karakteristiknya banyak disukai oleh orang, apalagi masyarakat Indramayu, jarang sekali orang tidak mengenalnya. Usut punya usut, nampaknya Pak Tatang ini orangnya suka memberi uang. Kalau diibaratkan seperti sebuah kamar yang banyak jendelanya, karena banyak angin yang keluar dari kamar itu, maka akan lebih banyak lagi angin yang masuk ke kamar itu. Bayangkan kalau sebuah kamar yang tidak pernah buang angin, mungkin menjadi pengap. Seperti halnya Pak Tatang ini, hampir setiap ketemu sama orang, apalagi orang itu secara fisik kelihatan tidak Acara Pelepasan Pak Tatang Sutardi, Indramayu 26 April 2013 mampu, maka tidak segan-segan langsung dikeluarkannya sejumlah uang dan diberikannya, tentunya sambil berseloroh dengan gaya khasnya. Mengenai jumlahnya tidak menjadi ukuran baginya, karena selama ini tidak pernah ada yang komplen dari orang yang diberi uang. Suatu ketika Pak Tatang bercerita, bahwa sebenarnya semua orang PLN itu mempunyai kesempatan yang sama untuk berpolitik. Karena orang PLN itu senantiasa berhubungan dengan pelanggan dengan berbagai macam tingkatan. Sehingga dengan hubungan semacam ini, menjadikannya banyak teman, dan dimanfaatkan untuk mengantarkan ke jenjang politik. Keterlibatan didunia politik, bermula dari aktif di organisasi, kemudian suatu saat ketika reformasi, Pak Tatang mulai dilirik oleh partai Golkar, yang kebetulan ketua DPD nya ialah Bupati Indramayu, Pak Yance. Dengan bermodalkan kedekatan dengan bupati dan masyarakat Indramayu inilah, dengan kecerdasannya memanfaatkan sebaik-baiknya. Dan bahkan sikap Pak Tatang tidak pernah khawatir, karena dirinya merasa tidak akan pernah terjadi, dia di pecat dari PLN oleh Bupati. Demikian pula istrinya di dorong untuk ikut dalam kancah politik, sehingga terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Indramayu periode 2009 sampai dengan 2014, bahkan sekarang dicalonkan kembali dari partai Golkar. Sebenarnya ketika istrinya menjadi anggota DPRD, dirinya berminat menggantikan istrinya, namun saat itu beliau masih senang di PLN. Tetapi ketika beliau dipindah tugaskan menjadi Manajer Rayon Indramayu pada tahun 2012, dalam benaknya sudah mulai khawatir, akan ada kemungkinan ditugaskan keluar dari Indramayu. Karena kalau sampai terjadi, dirinya dipindahkan keluar Indramayu, siapa yang akan membimbing istrinya ketika di calonkan kembali. Perhitungan-perhitungan politiknya sudah mulai jalan. Apakah akan terus di PLN sampai pensiun atau segera ambil keputusan mencari alternative lain. Dengan pertimbangan-pertimbangan politik yang cukup matang, akhirnya Pak tatang memutuskan untuk melamar menjadi Dirut PDAM. Tentunya Pak Tatang mengikuti segala jenis prosesi rekrutmen Dirut, yang begitu banyak persaingan di dalamnya, tetapi lebih kental politisnya. Mungkin SDM PLN yang satu ini betul-betul berkompeten, sehingga beliau lulus seleksi menjadi Dirut PDAM dengan nilai yang terbaik diantara calon-calon lainnya. Dalam benaknya merasakan kebanggaan, karena walaupun dirinya bukan pribumi asli Indramayu, tetapi bisa terpilih dan dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi Dirut PDAM. Dan hikmah dibalik itu semua, beliau merasa jabatannya menjadi lebih baik, penghasilannya lebih baik, pengalamannya menjadi bertambah, teman juga lebih banyak, tetapi kepusingannyapun menjadi bertambah. Kalau dulu waktu menjabat menjadi Manajer PLN Rayon Indramayu, setiap ada tekanan-tekanan dari pihak-pihak internal maupun eksternal, dapat saja berkilah bahwa, kami bukan menjadi penentu. Tetapi konsisi pada saat ini, menjadi Dirut PDAM semuanya menjadi keputusan yang harus segera ditetapkan oleh sang Dirut. Ternyata Manajer PLN Rayon, bisa menjadi Dirut di PDAM, siapa lagi yang ingin menyusul, maka sebaiknya belajarlah sama Pak Tatang, trik-trik yang lebih detailnya. Senior Spesialist II MM /PLN Area Cirebon.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar